Thursday, November 16, 2017

Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013

Rekan guru bahasa Indonesia dan para siswa yang terkasih,
Dalam bagian awal blog ini, saya ingin menyampaikan suatu pengantar tentang kedudukan mata pelajaran bahasa Indonesia di dalam Kurikulum 2013. Hal ini sebagai dasar umum saja sebelum saya menautkan materi-materi pembelajaran sastra drama seperti yang saya sampaikan dalam judul blog saya.
Jika Anda membaca kembali bagian pendahuluan silabus bahasa Indonesia untuk SMP/MTs edisi revisi tahun 2016 yang disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudyaaan, disebutkan bahwa peranan mata pelajaran bahasa Indonesia adalah  membina dan mengembangkan kepercayaan diri peserta didik sebagai komunikator, pemikir imajinatif, dan warga negara Indonesia yang melek literasi dan informasi. Pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan membina dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi yang diperlukan peserta didik dalam menempuh pendidikan dan di dunia kerja serta lingkungan sosial.
Lebih lanjut, dalam bagian tersebut juga disebutkan tentang tujuan pembelajaran bahasa Indonesia. Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia secara umum bertujuan agar peserta didik mampu menyimak, mewicara, membaca, dan menulis. Kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan keempat keterampilan tersebut saling berhubungan dan saling mendukung dalam pengembangan tiga ranah utamanya, yakni pembelajaran  berbahasa, bersastra, dan pengembangan literasi.  Berdasarkan pemaparan tersebut, tampak adanya penambahan ruang lingkup pembelajaran bahasa Indonesia. Penambahan itu ada pada bagian pengembangan literasi. Hal ini tentu saja penting menjadi perhatian Anda sebagai guru bahasa Indonesia bahwa kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas semata-mata tidak hanya belajar tentang bahasa dan sastra, namun juga tentang literasi. Berikut ini penjabaran tentang pembelajaran berbahasa, bersastra, dan pengembangan literasi dijelaskan secara lebih rinci.
Pertama, pembelajaran bahasa. Pembelajaran berbahasa Indonesia adalah pembelajaran tentang teori-teori kebahasaindonesiaan dan cara penggunaannya yang efektif. Peserta didik belajar tentang fungsi bahasa Indonesia sebagai sarana  berinteraksi secara efektif; membangun dan membina hubungan; mengungkapkan dan mempertukarkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap berbahasa. Peserta didik mampu berkomunikasi secara efektif, kalimat yang tertata dengan baik; termasuk ejaan dan, tanda bacanya. Pemahaman tentang bahasa sebagai penghela pengetahuan dan komunikasi diharapkan dapat menjadikan peserta didik sebagai penutur bahasa Indonesia yang komunikatif dan produktif.
Kedua, pembelajaran sastra. Pembelajaran sastra berupa teori-teori tentang khasanah sastra Indonesia klasik dan modern serta sastra dunia pada umumnya yang bertujuan untuk mengembangkan mengkaji nilai akhlak/kepribadian, budaya, sosial, dan estetik para peserta didik. Pilihan karya sastra dalam pembelajaran yang berpotensi memuliakan kehidupan peserta didik, memperluas pengalaman batin, dan mengembangkan kompetensi imajinatif. Peserta didik belajar mengapresiasi karya sastra dan menciptakan karya sastra di samping  memperkaya pemahaman mereka akan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, lingkungan sekitar, dan sekaligus memperkaya kompetensi berbahasanya. Peserta didik menafsirkan, mengapresiasi, mengevaluasi, dan menciptakan teks sastra seperti dongeng, cerpen, novel, hikayat, puisi, drama, film, dan teks multimedia (lisan, cetak, digital/online). Karya sastra yang dimaksud di samping memiliki nilai-nilai keindahan, juga memperkuat nilai-nilai ilahiah para peserta didik dan memperkaya wawasan kebudayaan mereka, baik yang bersifat kedaerahan, nasional, dan dunia internasional. Karya sastra yang memiliki potensi kekerasan, pornografi, dan memicu konflik SARA haruslah dihindari. Karya sastra unggulan--namun belum sesuai dengan pembelajaran di sekolah--, upaya memodifikasi untuk kepentingan pembelajaran dapat  dilakukan tanpa melanggar hak cipta.
Ketiga, pengembangan literasi. Konsep literasi diartikan sebagai kemampuan seorang peserta didik dalam menulis dan membaca. Kemampun berliterasi merupakan  bentuk integrasi dari kemampuan menyimak, mewicara, membaca, menulis, dan berpikir kritis. Adapun dalam pengembangannya, literasi merupakan upaya peningkatan kemampuan membaca dan menulis peserta didik yang berhubungan dengan keberhasilannya dalam meraih prestasi akademis. Hal itu ditandai dengan kegemaran dan kemampuannya dalam membaca makna tersurat dan tersirat,  kemampuan menulis secara benar dan jelas; serta  dapat mengembangkan kemampuannya itu melalui berbagai kegiatan sehari-hari di sekolah, bermasyarakat, ataupun di dunia kerja nantinya.
Kemampuan membaca dan menulis sangat diperlukan untuk membangun sikap kriitis dan kreatif terhadap berbagai fenomena kehidupan yang mampu menumbuhkan kehalusan budi, kesetiakawanan dan sebagai bentuk upaya melestarikan budaya bangsa. Sikap kritis dan kreatif terhadap berbagai fenomena kehidupan dengan sendirinya menuntut kecakapan personal (personal skill) yang berfokus pada kecakapan berpikir rasional. Kecakapan berpikir rasional mengedepankan kecakapan menggali informasi dan menemukan informasi.
Kecakapan menggali dan menemukan informasi menjadi keterampilan yang perlu dikuasai oleh para peserta didik. Keterampilan menemukan informasi ditunjukkan melalui kemampuan mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan, kemampuan mengakses dan menemukan infromasi, kemampuan mengevaluasi informasi dan memafaatkannya  secara efektif dan etis. Semua kecakapan tersebut dijabarkan dalam silabus yang menjadi acuan guru di dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Rekan guru bahasa Indonesia dan para siswa yang terkasih,
Berdasarkan pemaparan tiga ranah pembelajaran bahasa Indonesia di SMP/MTs tersebut, maka dalam kesempatan ini saya menitikberatkan untuk membagikan materi-materi tentang pembelajaran sastra, khususnya sastra drama. Dasar yang saya pilih bahwa materi sastra drama di sekolah masih sangat jarang ditemukan di perpustakaan sekolah. Kemudian, peserta didik kita pada generasi sekarang ini sangat menyukai kegiatan yang sifatnya eksploratif dengan menyertakan kegiatan psikomotorik.
Harapan saya, melalui jabaran materi yang dapat saya sajikan, Anda dapat menambah wawasan materi pembelajaran drama di sekolah. Anda dapat pulan mengkombinasikan pembelajaran antara bahan yang sudah Anda susun dengan tawaran materi yang saya paparkan ini.



No comments:

Post a Comment

Belajar Jarak Jauh-1

Rekan guru dan para siswa yang terkasih, Kondisi sekarang ini yang diakibatkan pandemi Covid-19, membuat berbagai aktivitas publik mendad...