Thursday, November 16, 2017

Sastra dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Rekan guru bahasa Indonesia dan para siswa yang terkasih,
Dalam paparan saya terdahulu, disebutkan bahwa materi pembelajaran bahasa Indonesia meliputi tiga ruang lingkup yaitu bahasa, sastra, dan literasi. Dalam kesempatan ini, saya membatasi pada materi pembelajaran sastra. Hal ini lebih untuk mengarahkan bahwa bahasan dalam blog ini semakin mengerucut pada pembahasan sastra drama.
Pembelajaran sastra bertujuan untuk mengembangkan wawasan etika dan estetika melalui karya sastra sebagai dasar pengembangan kompetensi apresiasi yang melibatkan ketajaman imajinasi, kepekaan, emosi, dan kreativitas (bdk. Pratiwi & Siswiyanti, 2014:2). Tampak bahwa dua bidang tersebut bertujuan untuk mengarahkan siswa pada segi-segi yang saling melengkapi. Bidang kebahasaan mengarahkan siswa agar mampu mengembangkan wawasan berbahasa yang dalam hal ini pengembangan kognisinya. Bidang kesastraan mengarahkan siswa agar mampu mengembangkan perasaan yang dalam hal ini pengembangan bidang afeksi dan psikomotorik.
Sebagai bagian dari pembelajaran bahasa, pembelajaran sastra diarahkan untuk mengenalkan siswa pada sebagian kekayaan karya sastra Indonesia. Melalui proses pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat menghargai, menikmati, dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan kehidupan. Selain itu, melalui pembelajaran sastra, siswa juga dibimbing untuk memperhalus budi pekerti dan menumbuhkan kepekaan terhadap masalah manusia. Siswa diarahkan pula untuk mengenal tata nilai, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat dalam lingkungan sosial (bdk. Pratiwi & Siswiyanti, 2014:2).

Rekan guru bahasa Indonesia dan para siswa yang terkasih,
Tentu Anda masih mengingat bahwa pembelajaran sastra sendiri terbagi menjadi tiga bagian yaitu prosa, puisi, dan drama. Dalam lingkup pembahasan ini, bidang yang ingin disampaikan oleh penulis adalah cakupan pembelajaran drama. Dasar ini dipilih karena penulis melihat bahwa sumber-sumber tentang pembelajaran drama masih kurang di perpustakaan sekolah. Buku-buku pegangan tentang pembelajaran drama belum banyak menjadi buku pegangan guru di sekolah. Oleh karena itu, dengan mengacu pada beberapa sumber buku yang sudah terbit, penulis ingin membagikan isi dari buku-buku tersebut sebagai salah satu sumber pengayaan untuk para guru bahasa Indonesia.



Sumber: dokumentasi SMP Pangudi Luhur Wedi

No comments:

Post a Comment

Belajar Jarak Jauh-1

Rekan guru dan para siswa yang terkasih, Kondisi sekarang ini yang diakibatkan pandemi Covid-19, membuat berbagai aktivitas publik mendad...