Monday, November 20, 2017

Gaya Penyajian dalam Naskah Drama

Rekan guru bahasa Indonesia yang terkasih,
Setiap naskah drama memiliki gaya penyajian yang berbeda-beda. Gaya penyajian yang berbeda menunjukkan karakter penulis naskah drama, baik itu karakter pribadi yang melekat dalam diri pengarang maupun lingkungan fisik, psikis, dan sosial yang memengaruhi kehidupan pengarang. Lingkungan fisik pengarang berupa kondisi tempat tinggal pengarang (asal-usul daerah maupun negara). Lingkungan sosial berupa adat istiadat, norma, nilai-nilai, dan status ekonomi yang melatarbelakangi kehidupan pengarang. Lingkungan psikis antara lain berupa latar belakang keyakinan pandangan hidup, dan harapan, atau cita-cita.
Dalam menulis naskah drama, pengarang memiliki gaya ekspresi verbal dalam menyampaikan gagasan. Ekspresi verbal merupakan teknik yang dipilih penulis dalam menyajikan dialog-dialog naskah drama. Dialog naskah drama ditulis dengan menggunakan gaya tuturan dalam percakapan sehari-hari. Dialog tersebut sebagian dikembangkan sesuai dengan kaidah kebahasaan yang benar (jika tokoh terlibat dalam percakapan formal) dan dikembangkan dengan mengabaikan kaidah bahasa Indonesia yang benar jika tokoh terlibat dalam situasi percakapan tidak formal. Penggunaan ragam bahasa Indonesia tersebut juga disesuaikan dengan suasana, situasi, dan emosi yang dibangun dalam dialog tokoh.
Pengarang menggunakan tiga jenis gaya penggunaan ekspresi verbal dalam penyajian isi cerita, yakni gaya percakapan, gaya puisi, dan gaya lirik. Ketiga gaya tersebut dijelaskan sebagai berikut.
1.  Gaya percakapan
Gaya percakapan adalah gaya pengembangan dialog naskah drama dengan memanfaatkan ciri-ciri bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari di tengah masyarakat. Ciri-ciri dialog tokoh disesuaikan dengan ciri-ciri budaya bahasa lisan masyarakat yang dikisahkan dalam naskah. Pengarang Indonesia tidak jarang menggunakan dialek daerah tertentu sesuai dengan latar belakang budaya tokoh. Hal tersebut bertujuan untuk menjelaskan identitas tokoh, watak tokoh, dan menunjukkan kekayaan khazanah budaya bahasa Indonesia. Pemilihan diksi dalam pengembangan dialog naskah drama juga dipengaruhi oleh latar belakang budaya penulis naskah drama.
2.  Gaya puisi
Dalam gaya puisi, teknik pengembangan dialog tokohnya menghadirkan ciri-ciri bahasa puisi. Ciri bahasa puisi yang dimunculkan dalam dialog tokoh berupa estetika penggunaan bahasa yang meliputi penggunaan rima, kata konotatif, citraan, gaya bahasa, dan simbol. Penggunaan bahasa puisi memberikan kesan mendalam pada naskah drama tersebut karena pembaca dan penonton berkesempatan untuk membangun imajinasi dalam memahami paparan dialog.
3.  Gaya lirik
Gaya lirik merupakan teknik pengembangan dialog dengan memanfaatkan ciri-ciri puisi liris. Dialog naskah drama bergaya lirik ditata dalam bentuk larik-larik (baris-baris puisi) yang memiliki birama (melodi) dalam tiap baris seperti lirik yang dinyanyikan dalam opera.

Rekan guru bahasa Indonesia yang terkasih,
Selain ekspresi verbal seperti paparan di atas, naskah drama juga mempunyai gaya penyajian isi cerita yang khas. Gaya penyajian tersebut didasarkan pada ciri cerita, tujuan, dan pembaca/penonton yang menjadi sasaran dalam penulisan.
1.  Ciri cerita
Ciri cerita selalu disesuaikan dengan genre atau jenis naskah. Naskah jenis tragedi, komedi, atau tragikomedi ditulis dengan pilihan kata, frasa, dan kalimat yang berbeda. Pada naskah tragedi, kalimat percakapan antartokoh ditulis dengan pilihan kata yang bermakna luas sehingga sisi penderitaan tokoh lebih transparan. Pada naskah komedi, kalimat percakapan yang dipilih untuk mengungkapkan isi lebih ringan dan terdapat pleseta (joke) yang dominan.
2.  Tujuan
Tujuan penulisan penulisan naskah drama berkaitan dengan kepentingan “untuk apa” naskah drama tersebut ditulis, misalnya untuk edukasi, hiburan, atau perpaduan keduanya.
3.  Pembaca
Pertimbangan penulis naskah drama dalam menentukan sasaran pembaca/penonton didasarkan pada empat aspek yaitu tingkat intelektual, latar belakang pendidikan, usia, dan wawasan tentang drama itu sediri.


No comments:

Post a Comment

Belajar Jarak Jauh-1

Rekan guru dan para siswa yang terkasih, Kondisi sekarang ini yang diakibatkan pandemi Covid-19, membuat berbagai aktivitas publik mendad...